Minggu, 26 November 2017

Intermediate Training HMI Cabang Malang luluskan 49 kader Se-Nusantara

Suasana penutupan LK 2 HMI Cabang Malang 


Malang - intermediate training (LK 2 ) Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Menyisakan cerita baru dalam perjalanan menyebrangi kawah intelektual .
Tujuan latihan format tersebut adalah terbinanya kader yang memiliki kemampuan intelektual, mampu mengelola organisasi serta mampu mengemban visi HMI.
Training formal yang digelar di kabupaten Malang itu masih tetap diyakini sebagai sebuah forum ilmiah, intelektual, serta mampu melahirkan pemimpin bangsa yang berkarakter Keislaman, keindonesiaan dan kemodern dikenal sesuai dengan misi HMI.
 Alhamdulillah forum intelektual itu Telah melahirkan 49 kader usai dibacakan surat keputusan (SK) oleh koordinator MOT (Samoel) disaksikan oleh master Hasan, Malik, Sutriadi (SC) serta para pengurus cabang dan para peserta .

Sabtu, 18 November 2017

Pesan Presidium KAHMI dalam Intermediate Training Tingkat Nasional 2017

Suasana Pembukaan LK II HMI Cab. Malan

Malang -  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang gelar seminar Nasional dengan tema peran generasi muda dalam mengawal dan menjaga kedaulatan bangsa bertempat di Balai Kartini kota malang (Minggu /18/11)
Acara yang dihadiri ketua DPRD kota Malang, Dandim, Ketua Presidium KAHMI Kota Malang, BPL Korwil Jatim serta ratusan kader  dan para undangan.
Samburan presidium kanda Lutfi ada 3 hal yang perlu diperhatikan  dan menjadi konsen kawan2 HMI  pertama Standing Posision peletakan dasar Pendirian HMI  dua tahun pasca kemerdekaan NKRI yang diprakarsai oleh kanda Lafran  pane alhamdulilah beliau telah dianugerahkan Pahlawan Nasional oleh presiden jokowi,  salah satu kader HMI yang ikut berperang letnan jendral Ahamad tirtosudiro sebagai anggota militer serta banyak alumni yang berkecimpung di dunia profesional dan lain-lain.
HMI harus menjadi garda terdepan agar tidak terjadi tuna etika karena banyak pemimpin yang menyalah gunakan wewenang melalui hak otoritasnya.
Ke dua dalam dimensi keislaman  Indonesia kedepan harus dalam satu poros  barharap tidak ada Islam kanan dan Islam kualitas tidak harus masuk ke lorong gelap masa lampau kita harus keluar
Standing posision itu penting HMI adalah mahasiswa karakteristiknya adalah protes, protes itu tidak perlu merobohkan gerbang DPR Dandim dll tetapi ada metodelogi yang baik yaitu melalui diskusi, mendatangi pihak terkait lalu mendiskusikannya.
 

Kamis, 09 November 2017

Warisan Intelektual Sang Pahlawan Nasional (Prof. Drs Lafran Pane) Bagi Umat Dan Bangsa

Prosesi Penganugrahan Pahlawan Nasional Oleh Presiden Jokowi di Istana Negara.

Jakarta - 05 November 2017 merupakan momentum sakral dan bersejarah bagi sang Prof. lafran pane (alm), penganugrahan gelar pahlawan nasional bagi pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu juga disambut baik oleh kader HMI se-nusantara serta Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).(09/11) 

Penganugerahan gelar pahlawan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 115 TK Tahun 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.


Riwayat Singkat Sang Profeser
Lafran Pane - lahir di kampung Pagurabaan, Kecamatan Sipirok, yang terletak di kaki gunung Sibual-Bual, 38 kilometer kearah utara dari Padang Sidempuan, Ibu kota kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam sejarah Universitas Gajah Mada (UGM), Lafran termasuk dalam mahasiswa-mahasiswa yang pertama mencapai gelar sarjana, yaitu tanggal 26 januari 1953. Dengan sendirinya Drs. Lafran pane menjadi Sarjana Ilmu Politik yang pertama di Indonesia.
Sebuah organisasi bernama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan mengenang satu orang: Prof. Drs. H. Lafran Pane. Dia pemrakarsa berdirinya HMI, organisasi yang awal mula berdirinya bertujuan "Mengangkat harkat dan martabat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengamalkan ajaran Islam"

Dari tujuan diatas ada dua dimensi ideologi yang ingin disampaikan, pertama; Mengangkat harkat dan martabat rakyat Indonesia atau yang dikenal dengan dimensi ke-Indonesian Suatu ide/gagasan yang menumbuhkan nilai nasionalime, patriotisme serta perjuangan melawan imprealisme, kolonealisme dalam rangka untuk mempertahan NKRI, kedua; Menegakkan dan mengamalkan ajaran Islam atau dikenal dengan dimensi ke-Islaman, suatu ide/gagasan yang menumbuhkan ghirah keislaman dalam rangka untuk menegakkan dan mengamalkan ajaran islam. atau dalam bahsanya cak nur mengkontekstualisasikan nilai-nilai keislaman di Indonesia.  selain itu HMI telah banyak melahirkan sumber daya manusia (SDM) terbaik di negeri ini, juga punya andil besar terhadap lahirnya proklamasi. Pada 25 Januari 1991, beliau meninggal dunia. Singkat kata, Lafran Pane Layak dijadikan tokoh nasional bahkan pahlawan nasional.

Karena HMI sebagai sebuah organisasi mahasiswa terbesar yang yang mampu melahirkan tokoh-tokoh terbaik bangsa di negeri ini seperti Dahlan Ranuwiharjo, Deliar Noer, Nurcholish Madjid, Ahmad Syafi Maarif, Kuntowijoyo, Endang Syaifuddin Anshori, Chumaidy Syarif Romas, Agussalim Sitompul, Dawam Rahardjo, Immaduddin Abdurrahim, Ahmad Wahib, Djohan Effendi, Ichlasul Amal, Azyumardi Azra, Fachry Ali, Bahtiar Effendy, Mahfud MD dll,

Terdapat juga tokoh-tokoh sosial-ekonomi-politik seperti HMS Mintaredja, M,Sanusi, Bintoro Cokro Aminoto, Ahmad Tirtosudiro, Amir Radjab Batubara, Mar’ie Muhammad, Sulastomo, Ismail Hasan Metareum, Hamzah Haz, Bachtiar Hamzah, Ridwan Saidi, Jusuf Kalla, Amien Rais, Akbar Tanjung, Fahmi Idris, Mahadi Sinambela, Ferry Mursyidan Baldan, Hidayat Nur Wahid, Marwah Daud Ibrahim, Munir SH, Adyaksa Dault, Abdullah Hemahua, Yusril Ihza Mahendra, Syaifullah Yusuf, Bursah Jarnubi, Hamid Awwaluddin, Jimlie Asshiddiqi, Anas Urbaningrum, dan masih banyak lagi. 

Sabtu, 27 Agustus 2016

Mengokohkan kemerdekaan RI dalam aplikasi mission HMI dalam kehidupan berIndonesia


Pada hari sabtu 27 agustus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan mengelar kajian internal yang bertema {Mengokohkan kemerdekaan RI dalam aplikasi mission HMI dalam kehidupan berIndonesia} bertempat di sekertariat HMI cabang pamekasan tepatnya di Jl. pintu gerbang no 105.

Acara tersebut dihadiri oleh chairul umam (Ketua Umum), abd malik (Kabid PA), achenk maulana (Wasekum PPD), Moh. kholid efendi (Kabid HAMDAL), Ahmad Hokim (Wasekum PTKP), Amir andalusia (Dept. PU) dan terakhir holwani putra asoka (Bendahara umum).

Tema membahas tentang kondisi kemerdekaan RI pasca dibacakan teks proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh presiden pertama bung karno. selain itu ini juga sejalan dengan prinsip kader HMI untuk tetap berkomitmen terhadap ke - bangsaan.sudah lebih dari 71 tahun usia kemerdekaan negara yang di komandani presiden jokowi dodo dan wakil presiden jusuf kalla mengisi, merawat dan membawa bangsa ini kearah yang lebih baik. namun perjalan bangsa indonesia hari masih tetap dalam status negara berkembang walaupun banyak pembangunan infrastruktur di berbagai lini.

Melalui Komitmen HMI yang termaktub di dalam mission dengan tujuan terbinanya insan akademis pencipta, pengabdi bernafaskan islam dan bertanggung jawab terhadap terwujudnya mamsyarakat adIl dan makmur yang diridhoi Allah SWT.

Selasa, 09 Agustus 2016

STRAWBERY SOLUSI PETANI DESA


Strawbery ala Pegantanan
Selasa tanggal 09 agustus kami mengadakan silaturahhmi ke tempat budidaya tani strawbery yang dikembangkan oleh jufriyadi desa Pegantenan kecamatan Pegantenan, Pengembangan budidaya strawberi tersebut sudah mulai dikembangkan pada pada awal tahun 2015 pada waktu dia lulus pelatihan pertanian. pada waktu itu dia yang mewakili kabupaten Pamekasan di tingkat profensi.
Acara pelatihan tersebut diadakan di Cianjur jawa barat selama kurang lebih tiga bulan,selama tiga bulan dia dikarantina, dilatih dan praktik langsung cara pembuatan pupuk organik, non organik.
Sebagai seorang mantan aktifis dia sudah banayak mengetahui dan memahami makana dan pentingnya eksisitensi para petani dilingkungan kehidupan manusia, karena dia sudah belajar beoorganisasi sewaktu diduduk di bangku kuliah begabung dengan himpunan mahasiswa islam.
  Oleh sebab itu dia mengambil jalan hidup saya sebagai seorang petani yang paham cara bercocok tanam yang baik sehingga menghasilkan buah yang berkualitas atau dalam bahasanya petani intelektual.yakusa..

Sabtu, 23 Juli 2016

Silaturrahmi KAHMI se-Madura Bersama Majlis Nasional Korps Alumni HMI Prof. Dr. Moh. Mahfud Md





Silaturrahmi KAHMI se-Madura
Bersama Majlis Nasional Korps Alumni HMI
Prof. Dr. Moh. Mahfud Md

Acara silaturrhmi KHMI se-Madura yang diseleggaarakan oleh presidium  KHMI daerah Pamekasan mengangkat tema Konsolidasi organisasi menuju Indonesia yang bermartabat, tema ini relevan dengan kondisi bangsa saat ini  papar presidium KHMI Pamekasan Dr. gazali. MM dalam mengawali sambutan pertama.
Sambutan kedua disampaikan oleh Bupati Pamekasan yang dalm hal ini diwakili oleh SEKDA bapak Alwi Beiq, dia menyampaikan permohonan maaf bupati karena beliau tidak bisa menghadiri acara KHMI se-madura ini. Dalam teks sambutannya menegaskan bahwa kelahiran dan perjuangan kader  HMI terhadap bangsa ini sangat besar mulai dari berdirinya pada tahun 1947-sekarang oleh karena besar harapan dari kami regenerasi kader HMI harus tetap dijaga supaya kontribusi-kontribusi terhadap bangsa saat ini semakin rill.
Sambutan terakhir sekaligus orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Dr. Mahfud Md dalam  mengawali sambutannya beliau menjelaskan tentang sejarah perjuangan  HMI dalam membantu pemerintah membrantas PKI pada tahun 1948 bersama jendral soedirman,oleh sebab itu menurut soedirman HMI bukan hanya himpunan mahasiswa islam tetapi harapan masyrakat Indonesia.
Mantan ketua mahkamah konstitusi itu juga mewajibkan bagi para KAHMI untuk berpolitik menurut beliau politik adalah fitrah. Pernyataan ini didasarkan atas kaidah usul fiqh yang menyebutkan bahwa `tidak akan sempurna hal-hal yang bersifat wajib tanpa ditopang oleh hal-hal yang mewajibkan pula, menurutnya menyebarkan nilai-nilai  islam kepada umat untuk kebaikan hukumnya wajib. Maka cara atau sarana untuk merealisasikan sesuatu yang wajib itu, hukumnya wajib.
Mantan aktifis HMI cabang Jogjakarta itu lebih lanjut menjelaskan poitik dan agama ibarat dua saudara kembar,  tidak mungkin seseorang bisa memperjuangkan agama tanpa memiliki kekuasaan. Maka upaya untuk  meraih kekuasaan sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai keislaman adalah menjadi keharusan yakni politik. Agama dan politik salaing keterkaitan, agama merupakan dasar atau pedoman sedangkan kekuasaan adalah pengawal.
Perintis pergerakan mahasiswa islam Indonesia di UII itu juga memaparkan cara-cara yang ditempuh nabi Muhammad saw dalam memperluas ajaran islam yang ia sebut dengan istilah `peta jalan`pertama mengajak manusia bertauhid dan kedua menyebarkan islam melalui politik. Ajaran bertauhid ini seperti yang tertuang didalam al-quran iqra` bismirobbikalladi kholak.
Setelah itu beliau berjuang melawan ketiadak adilan menentang pemimpin yang tidak adil anti kemanusiaan dan tidak peduli trhadap kesejahteraan umat termasuk yang dilakukan oleh pamannya sendiri abu jahal dan abu lahab ini artinya perintah awal yang diterima nabi adlah melawan ketidak adilan dengan tujuan untuk  membangun kesejahtraan masyarakat, menurut beliau kita bernegara ini, sebenarnya sama dengan berislam  yakni melawan ketidak adilan dan kesewenang-wenangan.
Selain membahas itu beliau juga mengigatkan akan pentingnya melakukan internalisasi  nilai-nila shalat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut dia shalat bukan hnay dimaknai sebagai bentuk ibadah ritual saja akan tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Makna dua salam dalam tahyat akhir itu sebagai ibadah horizontal. Sedangkan takbir dalam permulaan shalat dimaknai sebagai bentuk ibadah vertical.
Dibagian akhir orasi ilmiahnya, mahfud md berpesan mengajak kahmi agar menjadi promoter dalam menjaga keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) dengan memperkuat nilai-nilai keumatan dan kebangsaan serta menghargai segala suatu yang menjadi keputusan bersama.

Writeen by * Abd malik
Pamekasan, sabtu 16 juli 2016

Jumat, 01 Juli 2016

PWI Sediakan Sepeda Gunung pada Nobar Madura United


Pamekasan (PWINews) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Madura menyediakan hadiah sepeda gunung pada kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar organisasi profesi wartawan itu di area Monumen Arek Lancor setempat pada 13 Maret 2016.

“Hadiah sepeda gunung ini merupakan salah satu hadiah yang disediakan panitia, beserta sejumlah hadiah lainnya,” kata panitia penyelenggara Nobar Madura United Zainul Atikurrahman dalam keterangan persnya kepada media di kantor PWI di Jalan Panglima Sudirman Nomor 4 Pamekasan, Sabtu (12/3/2016) malam.

Selain sepeda gunung, PWI juga menyediakan hadiah berupa kaos jersey Madura United dari PT Polana Bola Madura Bersatu, sejumlah telepon seluler, rice cooker, serta rokok Cahaya Pro Mild.

Kegiatan nonton bareng oleh PWI Pamekasan bersama PT Polana Bola Madura Bersatu ini, juga didukung sejumlah pihak. Antara lain komunitas “Berbaur/Berbagi Untuk Rakyat” yakni komunitas wakil rakyat DPRD Jatim Baddrut Tamam dan komunitas “Besahaja/Berjuang Bersama Untuk Kesejahteraan Masyarakat Pamekasan”. Komunitas ini merupakan komunitas wakil rakyat di DPRD Pamekasan, yakni Halili.

Dari kalangan pemuda, komunitas pendukung kegiatan nobar PWI Pamekasan adalah Kedai Baca Sebelas 12, serta supporter “Taretah Dhibik”.

“Kami juga didukung oleh PT Indovision dalam pelaksanaan nobar ini, agar gambar tayangan jernih, sehingga masyarakat bisa puas menyaksikan laga Madura United melawan Pusamania Borneo FC itu,” kata Zainul, menjelaskan.

Nobar pada babak final Piala Gubernur Kaltim 2016 oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan kali ini, merupakan kali kedua.

Sebelumnya, pada babak semifinal, PWI Pamekasan juga menggelar nobar di Kedai Baca Sebelas 12 yang beralamat di Jalan Trunojoyo, Pamekasan.

“Pada Nobar yang digelar PWI Pamekasan di area Monumen Arek Lancor kali ini, kami juga akan berperan aktif, bahkan telah meminta teman-teman komunitas untuk berpakaian adat Madura,” kata pembina Kedai Baca Sebelas 12 Pamekasan Dedy Kurniawan.