Silaturrahmi KAHMI se-Madura
Bersama Majlis Nasional Korps Alumni HMI
Prof. Dr. Moh. Mahfud Md
Acara silaturrhmi KHMI se-Madura yang diseleggaarakan oleh presidium
KHMI daerah Pamekasan mengangkat tema Konsolidasi
organisasi menuju Indonesia yang bermartabat, tema ini relevan dengan kondisi
bangsa saat ini papar presidium KHMI Pamekasan
Dr. gazali. MM dalam mengawali sambutan pertama.
Sambutan kedua disampaikan oleh Bupati Pamekasan yang dalm
hal ini diwakili oleh SEKDA bapak Alwi Beiq, dia menyampaikan permohonan maaf
bupati karena beliau tidak bisa menghadiri acara KHMI se-madura ini. Dalam teks
sambutannya menegaskan bahwa kelahiran dan perjuangan kader HMI terhadap bangsa ini sangat besar mulai
dari berdirinya pada tahun 1947-sekarang oleh karena besar harapan dari kami
regenerasi kader HMI harus tetap dijaga supaya kontribusi-kontribusi terhadap
bangsa saat ini semakin rill.
Sambutan terakhir sekaligus orasi ilmiah disampaikan oleh Prof.
Dr. Mahfud Md dalam mengawali
sambutannya beliau menjelaskan tentang sejarah perjuangan HMI dalam membantu pemerintah membrantas PKI pada
tahun 1948 bersama jendral soedirman,oleh sebab itu menurut soedirman HMI bukan
hanya himpunan mahasiswa islam tetapi harapan masyrakat Indonesia.
Mantan ketua mahkamah konstitusi itu juga mewajibkan bagi
para KAHMI untuk berpolitik menurut beliau politik adalah fitrah. Pernyataan
ini didasarkan atas kaidah usul fiqh yang menyebutkan bahwa `tidak akan
sempurna hal-hal yang bersifat wajib tanpa ditopang oleh hal-hal yang mewajibkan
pula, menurutnya menyebarkan nilai-nilai
islam kepada umat untuk kebaikan hukumnya wajib. Maka cara atau sarana
untuk merealisasikan sesuatu yang wajib itu, hukumnya wajib.
Mantan aktifis HMI cabang Jogjakarta itu lebih lanjut
menjelaskan poitik dan agama ibarat dua saudara kembar, tidak mungkin seseorang bisa memperjuangkan
agama tanpa memiliki kekuasaan. Maka upaya untuk meraih kekuasaan sebagai sarana menyebarkan
nilai-nilai keislaman adalah menjadi keharusan yakni politik. Agama dan politik
salaing keterkaitan, agama merupakan dasar atau pedoman sedangkan kekuasaan
adalah pengawal.
Perintis pergerakan mahasiswa islam Indonesia di UII itu
juga memaparkan cara-cara yang ditempuh nabi Muhammad saw dalam memperluas
ajaran islam yang ia sebut dengan istilah `peta jalan`pertama mengajak manusia
bertauhid dan kedua menyebarkan islam melalui politik. Ajaran bertauhid ini
seperti yang tertuang didalam al-quran iqra` bismirobbikalladi kholak.
Setelah itu beliau berjuang melawan ketiadak adilan menentang
pemimpin yang tidak adil anti kemanusiaan dan tidak peduli trhadap
kesejahteraan umat termasuk yang dilakukan oleh pamannya sendiri abu jahal dan
abu lahab ini artinya perintah awal yang diterima nabi adlah melawan ketidak
adilan dengan tujuan untuk membangun
kesejahtraan masyarakat, menurut beliau kita bernegara ini, sebenarnya sama
dengan berislam yakni melawan ketidak
adilan dan kesewenang-wenangan.
Selain membahas itu beliau juga mengigatkan akan pentingnya
melakukan internalisasi nilai-nila
shalat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut dia shalat bukan hnay
dimaknai sebagai bentuk ibadah ritual saja akan tetapi harus diimplementasikan
dalam kehidupan sehari-hari. Makna dua salam dalam tahyat akhir itu sebagai
ibadah horizontal. Sedangkan takbir dalam permulaan shalat dimaknai sebagai
bentuk ibadah vertical.
Dibagian akhir orasi ilmiahnya, mahfud md berpesan mengajak
kahmi agar menjadi promoter dalam menjaga keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia
(NKRI) dengan memperkuat nilai-nilai keumatan dan kebangsaan serta menghargai
segala suatu yang menjadi keputusan bersama.
Writeen by * Abd malik
Pamekasan, sabtu 16 juli 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar