Sabtu, 27 Agustus 2016
Mengokohkan kemerdekaan RI dalam aplikasi mission HMI dalam kehidupan berIndonesia
Pada hari sabtu 27 agustus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan mengelar kajian internal yang bertema {Mengokohkan kemerdekaan RI dalam aplikasi mission HMI dalam kehidupan berIndonesia} bertempat di sekertariat HMI cabang pamekasan tepatnya di Jl. pintu gerbang no 105.
Acara tersebut dihadiri oleh chairul umam (Ketua Umum), abd malik (Kabid PA), achenk maulana (Wasekum PPD), Moh. kholid efendi (Kabid HAMDAL), Ahmad Hokim (Wasekum PTKP), Amir andalusia (Dept. PU) dan terakhir holwani putra asoka (Bendahara umum).
Tema membahas tentang kondisi kemerdekaan RI pasca dibacakan teks proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh presiden pertama bung karno. selain itu ini juga sejalan dengan prinsip kader HMI untuk tetap berkomitmen terhadap ke - bangsaan.sudah lebih dari 71 tahun usia kemerdekaan negara yang di komandani presiden jokowi dodo dan wakil presiden jusuf kalla mengisi, merawat dan membawa bangsa ini kearah yang lebih baik. namun perjalan bangsa indonesia hari masih tetap dalam status negara berkembang walaupun banyak pembangunan infrastruktur di berbagai lini.
Melalui Komitmen HMI yang termaktub di dalam mission dengan tujuan terbinanya insan akademis pencipta, pengabdi bernafaskan islam dan bertanggung jawab terhadap terwujudnya mamsyarakat adIl dan makmur yang diridhoi Allah SWT.
Selasa, 09 Agustus 2016
STRAWBERY SOLUSI PETANI DESA
Strawbery ala Pegantanan
Selasa tanggal 09 agustus kami mengadakan silaturahhmi ke tempat budidaya tani strawbery yang dikembangkan oleh jufriyadi desa Pegantenan kecamatan Pegantenan, Pengembangan budidaya strawberi tersebut sudah mulai dikembangkan pada pada awal tahun 2015 pada waktu dia lulus pelatihan pertanian. pada waktu itu dia yang mewakili kabupaten Pamekasan di tingkat profensi.Acara pelatihan tersebut diadakan di Cianjur jawa barat selama kurang lebih tiga bulan,selama tiga bulan dia dikarantina, dilatih dan praktik langsung cara pembuatan pupuk organik, non organik.
Sebagai seorang mantan aktifis dia sudah banayak mengetahui dan memahami makana dan pentingnya eksisitensi para petani dilingkungan kehidupan manusia, karena dia sudah belajar beoorganisasi sewaktu diduduk di bangku kuliah begabung dengan himpunan mahasiswa islam.
Oleh sebab itu dia mengambil jalan hidup saya sebagai seorang petani yang paham cara bercocok tanam yang baik sehingga menghasilkan buah yang berkualitas atau dalam bahasanya petani intelektual.yakusa..
Sabtu, 23 Juli 2016
Silaturrahmi KAHMI se-Madura Bersama Majlis Nasional Korps Alumni HMI Prof. Dr. Moh. Mahfud Md
Silaturrahmi KAHMI se-Madura
Bersama Majlis Nasional Korps Alumni HMI
Prof. Dr. Moh. Mahfud Md
Acara silaturrhmi KHMI se-Madura yang diseleggaarakan oleh presidium
KHMI daerah Pamekasan mengangkat tema Konsolidasi
organisasi menuju Indonesia yang bermartabat, tema ini relevan dengan kondisi
bangsa saat ini papar presidium KHMI Pamekasan
Dr. gazali. MM dalam mengawali sambutan pertama.
Sambutan kedua disampaikan oleh Bupati Pamekasan yang dalm
hal ini diwakili oleh SEKDA bapak Alwi Beiq, dia menyampaikan permohonan maaf
bupati karena beliau tidak bisa menghadiri acara KHMI se-madura ini. Dalam teks
sambutannya menegaskan bahwa kelahiran dan perjuangan kader HMI terhadap bangsa ini sangat besar mulai
dari berdirinya pada tahun 1947-sekarang oleh karena besar harapan dari kami
regenerasi kader HMI harus tetap dijaga supaya kontribusi-kontribusi terhadap
bangsa saat ini semakin rill.
Sambutan terakhir sekaligus orasi ilmiah disampaikan oleh Prof.
Dr. Mahfud Md dalam mengawali
sambutannya beliau menjelaskan tentang sejarah perjuangan HMI dalam membantu pemerintah membrantas PKI pada
tahun 1948 bersama jendral soedirman,oleh sebab itu menurut soedirman HMI bukan
hanya himpunan mahasiswa islam tetapi harapan masyrakat Indonesia.
Mantan ketua mahkamah konstitusi itu juga mewajibkan bagi
para KAHMI untuk berpolitik menurut beliau politik adalah fitrah. Pernyataan
ini didasarkan atas kaidah usul fiqh yang menyebutkan bahwa `tidak akan
sempurna hal-hal yang bersifat wajib tanpa ditopang oleh hal-hal yang mewajibkan
pula, menurutnya menyebarkan nilai-nilai
islam kepada umat untuk kebaikan hukumnya wajib. Maka cara atau sarana
untuk merealisasikan sesuatu yang wajib itu, hukumnya wajib.
Mantan aktifis HMI cabang Jogjakarta itu lebih lanjut
menjelaskan poitik dan agama ibarat dua saudara kembar, tidak mungkin seseorang bisa memperjuangkan
agama tanpa memiliki kekuasaan. Maka upaya untuk meraih kekuasaan sebagai sarana menyebarkan
nilai-nilai keislaman adalah menjadi keharusan yakni politik. Agama dan politik
salaing keterkaitan, agama merupakan dasar atau pedoman sedangkan kekuasaan
adalah pengawal.
Perintis pergerakan mahasiswa islam Indonesia di UII itu
juga memaparkan cara-cara yang ditempuh nabi Muhammad saw dalam memperluas
ajaran islam yang ia sebut dengan istilah `peta jalan`pertama mengajak manusia
bertauhid dan kedua menyebarkan islam melalui politik. Ajaran bertauhid ini
seperti yang tertuang didalam al-quran iqra` bismirobbikalladi kholak.
Setelah itu beliau berjuang melawan ketiadak adilan menentang
pemimpin yang tidak adil anti kemanusiaan dan tidak peduli trhadap
kesejahteraan umat termasuk yang dilakukan oleh pamannya sendiri abu jahal dan
abu lahab ini artinya perintah awal yang diterima nabi adlah melawan ketidak
adilan dengan tujuan untuk membangun
kesejahtraan masyarakat, menurut beliau kita bernegara ini, sebenarnya sama
dengan berislam yakni melawan ketidak
adilan dan kesewenang-wenangan.
Selain membahas itu beliau juga mengigatkan akan pentingnya
melakukan internalisasi nilai-nila
shalat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut dia shalat bukan hnay
dimaknai sebagai bentuk ibadah ritual saja akan tetapi harus diimplementasikan
dalam kehidupan sehari-hari. Makna dua salam dalam tahyat akhir itu sebagai
ibadah horizontal. Sedangkan takbir dalam permulaan shalat dimaknai sebagai
bentuk ibadah vertical.
Dibagian akhir orasi ilmiahnya, mahfud md berpesan mengajak
kahmi agar menjadi promoter dalam menjaga keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia
(NKRI) dengan memperkuat nilai-nilai keumatan dan kebangsaan serta menghargai
segala suatu yang menjadi keputusan bersama.
Writeen by * Abd malik
Pamekasan, sabtu 16 juli 2016
Jumat, 01 Juli 2016
PWI Sediakan Sepeda Gunung pada Nobar Madura United
Pamekasan (PWINews) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Madura menyediakan hadiah sepeda gunung pada kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar organisasi profesi wartawan itu di area Monumen Arek Lancor setempat pada 13 Maret 2016.
“Hadiah sepeda gunung ini merupakan salah satu hadiah yang disediakan panitia, beserta sejumlah hadiah lainnya,” kata panitia penyelenggara Nobar Madura United Zainul Atikurrahman dalam keterangan persnya kepada media di kantor PWI di Jalan Panglima Sudirman Nomor 4 Pamekasan, Sabtu (12/3/2016) malam.
Selain sepeda gunung, PWI juga menyediakan hadiah berupa kaos jersey Madura United dari PT Polana Bola Madura Bersatu, sejumlah telepon seluler, rice cooker, serta rokok Cahaya Pro Mild.
Kegiatan nonton bareng oleh PWI Pamekasan bersama PT Polana Bola Madura Bersatu ini, juga didukung sejumlah pihak. Antara lain komunitas “Berbaur/Berbagi Untuk Rakyat” yakni komunitas wakil rakyat DPRD Jatim Baddrut Tamam dan komunitas “Besahaja/Berjuang Bersama Untuk Kesejahteraan Masyarakat Pamekasan”. Komunitas ini merupakan komunitas wakil rakyat di DPRD Pamekasan, yakni Halili.
Dari kalangan pemuda, komunitas pendukung kegiatan nobar PWI Pamekasan adalah Kedai Baca Sebelas 12, serta supporter “Taretah Dhibik”.
“Kami juga didukung oleh PT Indovision dalam pelaksanaan nobar ini, agar gambar tayangan jernih, sehingga masyarakat bisa puas menyaksikan laga Madura United melawan Pusamania Borneo FC itu,” kata Zainul, menjelaskan.
Nobar pada babak final Piala Gubernur Kaltim 2016 oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan kali ini, merupakan kali kedua.
Sebelumnya, pada babak semifinal, PWI Pamekasan juga menggelar nobar di Kedai Baca Sebelas 12 yang beralamat di Jalan Trunojoyo, Pamekasan.
“Pada Nobar yang digelar PWI Pamekasan di area Monumen Arek Lancor kali ini, kami juga akan berperan aktif, bahkan telah meminta teman-teman komunitas untuk berpakaian adat Madura,” kata pembina Kedai Baca Sebelas 12 Pamekasan Dedy Kurniawan.
Langganan:
Komentar (Atom)


